Dari uraian di atas maka dapatlah dipahami bahwa Pahlawan adalah orang yang telah melakukan sesuatu yang dia mampu ia lakukan dengan keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah dan berani.
Menurut filisofi cina membagi 3 tingkatan generasi yakni:
1. Generasi pertama yakni generasi pembentuk2. Generasi kedua adalah generasi penikmat
3. Generasi ketiga adalah generasi perusak
Generasi pembentuk merupakan generasi yang berjuang dalam rangka membentuk sesuatu yang dapat dinikmati secara bersama. Sebutlah para pahlawan kita itu merupakan generasi pembentuk. Mereka berjuang tanpa pamrih dengan darah dan air mata berkorban dengan jiwa raga guna mempertahankan Kedaulatan bangsa. Rela mempertaruhkan jiwa dan darah tumpah membasahi bumi Indonesia dengan gagah berani, satria, dan perkasa mempertahankan merah putih agar tetap mengangkasa dilangit biru di atas tanah air nan kaya, yang elok dipandang mata sehingga orang terkagum-kagum dengan pesona alamku. Para pahlawan habis-habisan memperjuangkan bangsa.
Generasi ini berjuang membentuk dan mempertahankan kemerdekaan bangsa antara 1945-1949, guna menghormati perjuangan para pahlawan kita.Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya. Dengan menggunakan bambu runcing.
Generasi penikmat merupakan generasi setelah generasi pembentuk. Generasi penikmat adalah generasi kedua yang bertugas untuk melanjutkan perjuangan para pahlwan, yang pastinya sudah pasti jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi kedua ini menikmati kebebasan atau kemerdekaan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan cara kreatifitas.
Generasi perusak, generasi ketiga ini merupakan generasi pengecut, generasi yang hanya menghabisi aset bangsa atau dengan kata lain perusak. Mereka hanya menjadi generasi koruptor, perampok berdasi, di masa generasi ketiga ini terjadi peradaban yang munafig. Kondisi generasi ketiga ini tergambar pada realitas anak bangsa kekinian yakni pada masa reformasi. Korupsi menjadi trend baru pada kalangan elit pemerintahan khususnya, kebohongan untuk menutupi kebobrokan moral yang nyaris setiap saat di perdengarkan disetiap ruang-ruang publik yang bergaya suci, yang bernaung dibawa lembaga berlebel bermoral yang pada hakikatnya mereka-mereka adalah orang bobrok sebutlah kasus anggota dewan PKS nonton filem porno disaat sidang untuk rakyat sedang berlangsung, perlemen yang berkedok terhormat yang beranggotakan pemeras, koruptor yang berjiwa hedonisme di atas penderitaan anak bangsa.
Mencermati kondisi pada masa kontemporer, maka kita dapat mengetahui bahwa hasil perjuangan para pahlawan kita telah dihianati oleh generasi saat sekarang ini. Seandainya sang pencipta mengisinkan para pahlawan bangkit dan terlahir kembali maka, mereka akan menangis dan menyesal menitipkan bangsa ini ketangan pejabat yang berwatak jahat. Mereka pasti akan berkata perjuangan melawan para pejabat bangsa saat sekarang ini lebih berat dibandingkan melawan dan mengusir para penjajah.Yang jelasnya kini para jasad pahlawanku gelisah dan menangis dalam tidur panjangnya melihat anak-anak bangsa menjajah negeri sendiri.
Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.tetapi kita harus menghargai dan menghormati dengan cara memelihara dan mempertahankan negeri ini tanpa korupsi
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar