Akhir-akhir ini dunia pendidikan tercoreng dengan perilaku memilukan dan memalukan yang berujung kriminal, mulai dari tingkat ABG, pelajar, sampai pada level mahasiswa tawuran dijadikan suatu ajang gengsi. saling menyerang, saling membunuh menjadi suatu tradisi dikalangan kaum terpelajar saat sekarang ini..... yang mengagetkan lagi institusi perguruan tinggi yang mendidik anak bangsa menjadi generasi pendidik tiba-tiba menjadi institusi menakutkan., sehingga melahirkan traumatik para orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka pada institusi tersebut. Hal ini dibutikan dengan penemuan senjata rakitan, badik, parang, narkoba dan lain-lain dalam kampus. tersebut sehingga kampus tersebut terkesan markas maksiat atau mapia yang berkedok terpelajar, padahal hanya sebagian kecil saja mahasiswa yang demikian.
Tawuran pelajar dan mahasiswa yang menghiasi carut marutnya penyelesaian berbagai kasus yang maha dasyat di negeri ini, yang nyaris dipertontonkan setiap hari diberbagai media. hal ini merupakan indikator bahwa negeriku lagi sakit. telah banyak korban dari tawuran-tawuran tersebut, yang mengakibatkan kesedihan dan traumatik orangtua yang tak berkesudahan. para nasabah century tak hentinya urat-urat syaraf mereka terbentang panas menunggu nasib dana mereka.. kelelahan dan penasaran masyarakat tak tahu kapan berakair dalam penantian penyelesaian dari berbagai kasus hukum utamanya kasus korupsi. presiden terusik dengan berbagai macam demo yang memaksa presiden turun tangan menyelesaikan berbagai kasus khususnya kekisruhan KPK dengan Polisi. sehingga pak presiden turun tangan melalui pidatonya. tapi menurut semut merah yang berbaris di dindin istana mengatakan agak telat dikit bro.......
negeriku uh uh negeriku.... kapanlah negeriku menjadi sebuah harapan dan bukan menjadi pepasan kosong......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar